Kraton Jogja menyimpan sebuah benda pusaka, bukan keris! Melainkan benda yang terbuat dari kain kiswah yaitu kain bekas penutup Ka’ah. Kain itu merupakan hadiah kekhalifahan Turki kepada Raden Patah, Sultan Demak ketika itu.

Pemberian itu bermaksud sebagai tanda hubungan baik antara Kerajaan Turki dengan Kerajaan Demak. Namun, pasca runtuhnya Kerajaan Demak, kain kiswah yang berbentuk bendera berwarna ungu kehitaman itu kemudian diwariskan turun menurun dan sampai sekarang masih tersimpan di Kraton Jogja.

Kain Kiswah tersebut dipercaya mempunyai sebuah ajian tolak bala. Kain Kiswah tersebut diberi nama Kanjeng Kyai Tunggul Wulung. Bersama Kanjeng Kyai Pare Anom, sebuah bendera pusaka berwarna hijau dan bertuliskan kalimat Tauhid yang juga merupakan pemberian dari Kekhalifahan Turki.

Kemampuan dari Kanjeng Kyai Tunggul Wulung adalah bila diarak keliling kota Jogja, maka wabah penyakit maupun bencana bakal hilang serta warga dapat selamat.

Kanjeng kyai tunggul wulung
via vikingsword.com

Mengutip “Ensiklopedi Keris” karya Bambang Harsrinuksmo (seorang ilmuwan keris Indonesia sejati). Pada tahun 1820 di wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sedang terjangkit wabah penyakit Sampar (Pes), dikenal juga dengan istilah wabah hitam. Ratusan orang mati karena terkena penyakit tersebut.

Lanjutkan Membaca >

Incoming search terms: