Kebanyakan yang sering terjadi pada perselingkuhan itu selalu diawali dari curhat ke lawan jenis. Mungkin pada mulanya tak terpikirkan memiliki dampak buruk hingga sedemikian. Masak cuma curhat bisa jadi selingkuh? Ada-ada saja.

Eiittsss… simak dulu penjelasannya. Jika salah satu dari suami atau istri sampai curhat masalah rumah tangga kepada lawan jenis dan bisa membuat nyaman. Lambat laun ia akan terjembab pada cinta segitiga. Curcol seperti itulah yang terkadang mengaitkan dua hati. Yang satu galau, yang satu menjadi pendengar yang baik sekaligus pemberi solusi.

Pelan tapi pasti, kamu yang sudah nyaman dengan teman curhatmu itu, akan terus merindukan celotehan dan wejangan darinya. Bahasa sederhananya “jalaran tresno soko kulino”. Sehingga menyebabkan kamu mulai jenuh dengan pasangan.

Jenuh dengan pasangan
via breakup-spells.com

Pucuk dicinta, ulampun tiba. Bak gayung bersambut, kamu dan teman curhatmu akan muncul benih asmara. Disaat kamu tidak menemukan kenyamanan pada suami atau istrimu, lantas kamu dapatkan itu dari orang lain, akhirnya, jeng jeng pindah ke lain hati.

Siapa sih yang gak suka bicara pada orang yang pas dengan pola pikir kita, apalagi dengan selera humor yang sama, pengtahuan yang luas, kedewasaan yang matang, dan solusi yang bijak.

Lain halnya kalo kamu bicara dengan orang gak nyambung. Belum lagi misalnya gak punya seni bicara dan mendengar yang baik. Bisa terlalu cerewet, bisa juga terlalu pasif. Pasti kamu bakal malas lama-lama ngobrol sama dia?

Lanjutkan Membaca >