Baca Juga: Dianggap Menista Al-Quran, Begini Penjelasan Lengkap Ahok

Semakin ke sini situasi politik di ibukota semakin mengkhawatirkan. Sebuah masjid di Gang BB, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, yaitu masjid Al Jihad nekat memasang spanduk menolak untuk salatkan para pendukung dan pembela penista agama (Baca: Ahok).

Menurut pihak pengurus masjid Al Jihad, spanduk itu dipasang untuk mengingatkan umat Muslim agar mereka kembali kepada ajaran islam yang benar, haram hukumnya mendukung penista agama.

Foto spanduk itu sendiri sebelumnya diunggah oleh akun Twitter dan viral di media sosial. Di sebelah foto spanduk terdapat foto jamaah sedang mensalatkan jenazah di dalam masjid. Pemilik akun Twitter mention Twitter Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kementerian Agama dengan pesan: Saya sedih hari ini. Ikut shalatkan jenazah di masjid yang resmi menolak pemilih suatu calon.

Tujuan mereka memasang spanduk berisi kalimat provokatif itu, yaitu, menurut pemahaman mereka, dalam Al Quran ayat 84 surat At-Taubah, Allah SWT berfirman janganlah kamu menyolatkan orang-orang munafik selamanya, karena sesungguhnya mereka kafir kepada Allah SWT.

Jika informasi ini benar, betapa menyedihkan kondisi bangsa ini di mana politisasi agama yang semakin menjadi-jadi dan semakin kebablasan. Benar kata Presiden Jokowi, demokrasi saat ini adalah demokrasi yang kebablasan yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa.

Awalnya, pengurus masjid Al Jihad, Yayat Supriatno, membantah masjid ini menolak untuk mensalatkan jenazah warga.

“Ini kan yang jadi masalah di media sosial itu, yang menyebar adanya spanduk ini (mengenai jenazah tidak disalatkan). Itu tidak benar sama sekali,” kata Yayat dikutip situs Suara.com.

Yayat mengatakan Kamis siang, masjid tetap menerima kedatangan jenazah untuk disalatkan.

“Tadi, ada jenazah yang meninggal, tapi kami semua warga salatkan kok di masjid Al Jihad ini. Sampai penuh masjid ada 200 orang lebih ikut solat di sini semua,” ujar Yayat.

Lebih jauh, Yayat mengatakan spanduk tersebut sudah terpasang di depan masjid sejak Selasa (21/2/2017).

Dia mengakui keberadaan spanduk menarik perhatian petugas kelurahan dan Kantor Urusan Agama. Petugas sampai datang ke masjid untuk meminta penjelasan, lalu meminta agar spanduk tersebut dipindahkan.

Lanjutkan Membaca >