calon gubernur dki jakarta 2017
via instagram.com/aniesbaswedan

Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno menegaskan bakal ada dua sanksi untuk para calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017 jika tidak menghadiri debat resmi yang akan berlangsung pada 13 Januari 2017 mendatang.

“Pasangan calon wajib hukumnya hadir. Kalau tidak, akan ada sanksi,” kata Sumarno yang dikutip Tempo, Jumat, (6/1).

Menurut Sumarno, sanksi pertama yaitu pemberitahuan jika calon tak menghadiri debat bakal diumumkan dengan cara luas kepada media nasional.

Sanksi kedua adalah memblokir penayangan iklan kampanye pasangan calon. Sumarno mengatakan iklan kampanye akan ditayangkan pada 29 Januari-11 Februari 2017. “Kalau ada yang tidak hadir, iklan yang bersangkutan tidak ditayangkan,” lanjut Sumarno.

Sumarno menjelaskan, Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta bakal menyelenggarakan 3 kali debat untuk pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017.

Jika debat resmi pertama akan dilaksanakan pada 13 Januari 2017. Maka debat kedua dan yang terakhir akan diselenggarakan pada 27 Januari dan 10 Februari 2017. Ketiga acara debat akan disiarkan stasiun televisi swasta.

“Sudah ada 12 stasiun TV yang mengajukan untuk live tapi kami bagi menjadi tiga kali debat,” kata dia.

Dalam debat pertama, menurut Sumarno, para calon gubernur DKI Jakarta bakal mengulas beberapa topik berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, tenaga kerja, kesenjangan sosial, pendidikan, kesadaehatan, transportasi, serta lingkungan.

KPUD DKI mengaku sudah mengantongi moderator hingga panelis untuk debat pertama. Namun, Sumarno masih enggan mengungkapkan data diri orang tersebut.

Baca Juga: Potret Harmonisnya Anies, Ahok, dan Agus Yudhoyono dengan Keluarganya

Pasalnya, beberapa waktu lalu ada 2 stasiun tv yang mengadakan debat untuk kandidat Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017. Akan tetapi di dua acara itu cuma dihadiri 2 calon pasangan yaitu Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan – Sandiaga Uno. Sementara Agus Harymurti Yudhoyono – Silvyana Murni tidak hadir dengan alasan lebih fokus untuk berkampanye visi misinya lewat blusukan.