Di balik pria yang sukses biasanya ada sosok perempuan tangguh di belakangnya. Dia juga seorang pendamping hidup. Sosok istri inilah yang mendukung laki-lakinya meniti karier, memberi kenyamanan sekaligus pemimpin rumah tangga.

Gusti Kanjeng Ratu Hemas adalah pendamping sang Raja Yogyakarta saat ini, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Nama aslinya Tatiek Dradjad Supriastuti. Perempuan kelahiran Jakarta, 31 Oktober 1952 ini memiliki selisih usia 6 tahun dengan Sultan HB X.

Namun adakah yang tahu bagaimana mereka bisa menikah?

Seperti dilansir laman Tribunnews, perjumpaan awal mereka bukan di sebuah acara kerajaan yang resmi atau di perguruan tinggi tempat menuntut ilmu. Melainkan dari sebuah warung bakmi di Rotowijayan.

Akhirnya seiring berjalannya waktu, hubungan mereka masuk ke jenjang yang lebih serius, yakni pernikahan.

Proses lamaran dilakukan sendiri oleh ayahnya Raja Keraton Yogyakarta saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Sultan Hamengku Buwono X berangkat hanya berdua dengan ayahnya ke Cipete untuk melamar Tatiek Sudradjad Supriastuti, nama GKR Hemas saat itu.

Lalu, pada tahun 1968, Tatiek dan Herjuno (nama asli Sultan HB X) resmi menikah. Setelah itu, GKR Hemas yang merupakan putri seorang ABRI pindah ke lingkungan Keraton dan tinggal di Keraton Yogyakarta.

Di balik itu semua siapa sangka usia pernikahan mereka sudah menginjak 49 tahun dan dikaruniai 5 anak putri, Gusti Kanjeng Ratu Bendara (30), Gusti Kanjeng Ratu  Mangkubumi (44), Gusti Kanjeng Ratu Hayu (33), Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono (41), dan Gusti Kanjeng Ratu Maduretno (38).

Untuk kilas balik yuk kita lihat beberapa potret keharmonisan Sultan HB X dan GKR Hermas dari waktu ke waktu, seperti dirilis Moode.co dari akun fanspage resemi Kraton Yogyakarta, Rabu (11/1).

Lanjutkan Membaca >