Semua orang sepakat untuk menjabat sebagai orang nomor satu di sebuah negara bukanlah hal mudah, terkecuali memiliki tekad yang kuat. Seorang kepala negara juga harus bijak dalam memutuskan atas nama rakyat.

Kita sebagai rakyat terkadang dengan gampangnya menilai kinerja pemerintah atau presiden tanpa kita pahami dulu persoalan yang sedang dihadapinya.

Tak semestinya kita membenci apa yang kita tidak tau. Maka dari itu kajian literarur sangat penting agar kita tak kemakan berita yang masih simpang siur.

Memang banyak kepala negara yang sukses untuk mensejahterakan rakyatnya. Namun pada negara tertentu ada beberapa kepala negara yang dianggap buruk, baik oleh media maupun rakyatnya. Siapa saja?

1. Presiden Zimbabwe: Robert Gabriel Mugabe

Robert Gabriel Mugabe

Mugabe menjadi kepala pemerintahan Zimbabwe sejak 1980 sebgai perdana menteri yang pertama serta Presiden eksekutif pertama.

Jabatan Presiden sendiri diawali pada 31 Desember 1987. Mulai sejak ia menjabat sebagai presiden, ia menghapuskan jatah 20 kursi di parlemen & 10 kursi senat untuk wakil orang-orang kulit putih.

Menurut pemerhati HAM dari Organisasi Amnesti Internasional, Mugabe dianggap sebagai pemimpin yang tak mematuhi HAM kelas berat terlebih saat 2008 ketika kampanye pemilu presiden dalam menghadapi lawan politiknya Morgan Tsvangirai & melakukan penindasan pada suku minoritas Rhodesia.

2. Presiden Sudan: Omar Al-Bashir

Omar Al-Bashir

Omar al-Bashir resmi menjabat sebagai kepala negara Sudan pada periode 1989-1993 dan sebagai Presiden Sudan mulai tahun 1993 hingga saat ini.

Al-Bashir dianggap sebagai pelanggar HAM berat terlebih dalam mengatasi pemberontakan di Darfur.

Pemberontakan yang dimulai sejak 2003 itu dipercaya sudah membuat 2,3 juta masyarakat Sudan melarikan diri serta ratusan ribu tewas di tangan pemerintah.

3. Presiden Uganda: Idi Amin

Idi Amin

Sosok yang berkuasa di Uganda mulai 1971 hingga 1979. Sepanjang berkuasa pada 1971 sesudah melakukan kudeta dengan menggulingkan Presiden Milton Obote.

Sepanjang masa kekuasaannya, banyak pelanggaran HAM yang dilakukan Amin.

Menurut dunia internasional, sekitaran 100 ribu hingga 500 ribu orang tewas selama kekuasaannya.

Perilakunya yang tidak kalah masuk akal yaitu ketika memerintahkan tahanan untuk berkelahi memakai palu hingga tewas.

Kemauan Amin untuk mengambil propinsi Kagera, Tanzania pada 1978 menyebabkan perang antara Uganda & Tanzania yang sekalian mengakhiri tahun kekuasaannya.

Idi Amin lalu mengasingkan diri ke Libya serta Arab Saudi sampai meninggal dunia pada 16 Agustus 2003.

4. Presiden Paraguay: Jenderal Alfredo Stroessner Matiauda

Jenderal Alfredo Stroessner Matiauda

Stroessner berkuasa di Paraguay selama 35 tahun, yaitu periode 1954-1989. Saat berkuasa ia menerapkan hukum militer yang terus diperbaharui setiap 3 bulan.

Strossner dikenal sadis terhadap lawan-lawan politiknya. Kaki tangan Stroessner kerap merendam para lawan politiknya dalam kubangan kotoran manusia ketika diinterogasi.

Sebagian tahanan politik dilemparkan dari pesawat udara, bahkan ada yang mengatakan bahwa Stroessner mendengarkan lewat telepon saat anak buahnya sedang memutilasi seorang pimpinan partai komunis dengan menggunakan gergaji mesin.

Stroessner harus rela kehilangan tahtanya setelah dikudeta oleh Jenderal Andres Rodriguez. Stroessner lalu mengasingkan diri ke Brazil selama 17 tahun.

Dia meninggal dunia di kota Brasilia pada 16 Agustus 2006 akibat komplikasi setelah menjalani pembedahan hernia.

Lanjutkan Membaca >