Siapa yang tak kenal dengan ahli pengobatan atau tukang pijat tradisional bernama Mak Erot, tokoh fenomenal seantero Indonesia hingga dunia yang menjadi andalan para pria perkasa. Namun seiring berjalannya waktu, kini tukang pijat serupa bermunculan, salah satunya Mak Erat.

Plang nama pengobatan ini benar-benar menggelitik. Sempat, terfikir pemilik usaha salah tulis. Serupa nama legendaris Mak Erot. Tapi yang ini, vokal “o” diubah “a”. Jadi, Mak Erat!

Mak Erat menceritakan awal berdiri tempat prakteknya, nama aslinya adalah Muhammad Abdullah, dia merupakan lulusan Pondok Pesantren Citepus, Jawa Barat yang mengaku awalnya sebagai petani biasa.

Tetapi, suatu ketika paman dan neneknya, mengajak ia ke Lombok. Saat itu sekitar tahun 2010. Abdul memilih ikut. Mereka berniat mengembangkan teknik tradisional pengobatan alat vital di Lombok.

Baca Juga: Belajar dari El Rumi, Putra Maia-Dhani yang Memiliki IQ Tinggi

Tetapi karena neneknya sudah lanjut usia, ia akhirnya memutuskan kembali ke kampung halaman di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Abdul pun meneruskan praktik pengobatan tradisional yang telah dirintis neneknya, yaitu memperbesar alat vital.

Lantas apakah ramuan itu adalah hasil kreasi neneknya yang bernama Ibu Mun? ternyata bukan. Ramuan-ramuan yang berkhasiat memperbesar alat vital itu rupanya warisan dari Buyutnya.

“Neneknya nenek saya, dialah yang bernama Erat,” ungkapnya.

Ramuan itu dibuat dari akar-akar pohon yang berkhasiat berdampak bagi vitalitas dan kejantanan pria.

Tidak hanya itu, Abdul juga mengungkapkan, ada amalan tertentu juga yang digunakan untuk mendorong agar alat vital baik pria bisa semakin besar.

Secara blak-blakan, Abdul bercerita cara ia bekerja dengan langsung mengurut alat vital pria. Bagi mereka yang ingin ukuran alat kelaminnya lebih besar, jantan dan tahan lama, proses perlakuannya dengan cara diurut.

Ukuran yang bisa dihasilkan dengan ramuan miliknya mampu membuat kelamin pria bisa bertambah satu centi meter, baik untuk panjang maupun lebarnya.

Dan yang menarik pasiennya tidak cuma pria, Abdul juga mengaku menerima pasien wanita.

“Tetapi tentu tidak kita sentuh dadanya. Kita hanya dengar keluhannya, lalu saya tinggal telpon Nenek, ramuan apa yang cocok untuk bisa memenuhi keinginan pasien wanita,” terangnya.

Abdul mengaku sering menerima pasien wanita yang terlanjur menggunakan silikon untuk memperindah bagian dadanya. Tetapi itu justru mempersulit kerja ramuannya untuk mewujudkan keindahan dada yang diinginkan wanita.

“Kalau dulu nenek masih di sini, mungkin bisa diurut, tetapi sekarang ya cuma pakai ramuan tradisional saja. Kebanyakan para wanita cafe yang sering minta (memperbesar dada),” bebernya.

Tarif untuk memperbesar alat vital, rata-rata antara Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu. Ia menyebut sudah ribuan pasien yang ia tangani.

Dia mengklaim 80 persen pasiennya mengaku puas dengan hasil kerjanya. Sisanya, masih belum menunjukkan hasil memuaskan.

“Ya karena tadi dia pakai silikon atau sudah lebih dahulu minum obat-obatan kimia,” pungkasnya sebagaimana dikutip laman Jpnn.com.

Incoming search terms: