Ngayogjazz 2016 tinggal hitungan hari lagi. Beberapa penyanyi jazz papan atas negeri ini siap menghibur warga Jogja dengan alunan berdendang melow. Satu sosok line up tahun ini yang menarik perhatian adalah adanya kehadiran si cantik Monita Angelica Maharani Tahalea.

Ini kali kedua, penyanyi yang alumni Indonesian Idol 2005 ini bakal meramaikan ajang Ngayogjazz. Sebelumnya, pada Ngayogjazz 2013, Monita tampil memukau di panggung di Desa Wisata Sidoakur, Dusun Jethak, kelurahan Sidokarto, Godean, Sleman, Yogyakarta. Di acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 16 November 2013 silam, ia tampil di panggung Guyub.

Saat itu Monita menyanyikan delapan lagu, antar lain berjudul Senja. Setelah selesai di ajang Indonesian Idol, pada 2007 ia turut berkontribusi di album Kemenangan Hati milik Yovie Widianto. Ia menyanyikan single Selingkuh dan Kekasih Hati.

Setelahnya, pada tahun 2010 bersama Indra Lesmana yang menjadi produser, ia merilis album perdana bergenre jazz berjudul Dream, Hope & Faith. Begitu merampungkan kuliahnya di Desain Komunikasi Visual (DKV) Pendidikan Strata di Universitas Trisakti, Jakarta, Monita terus berkarya.

Bersama Endah N Resa, RAN serta penyanyi lainnya, ia ikut bernyanyi di album 100% Cinta Indonesia dengan singel berjudul Indonesia Pusaka.

Sekitar Agustus 2013, bersama kelompoknya Monita Tahalea & The Nightingales, ia merilis album bertajuk “Song of Praise.” Suara merdunya dipadukan bersama penyanyi Glenn Friedly serta Is, vokalis Payung Teduh juga memperindah lagu Filosofi dan Logika yang menjadi original soundtrack film Filosofi Kopi.

Pada 2015, ia merilis lagu berjudul I Love Mama. Di tahun yang sama, ia merilis secara digital album kedua bertajuk Dandelion.

Sedangkan di tahun 2016 ini, ia akan tampil di salah satu panggung di Ngayogjazz 2016 di padukuhan Kwagon, Sidorejo, Godean, Sleman, Yogyakarta.

Selain Monita Tahalea, para musisi yang tampil dalam Ngayogjazz 2016 pada 19 November antara lain Balawan, Bintang Indrianto, Danny Eriawan Project, Dira Sugandi, Fariz RM, Indro Hardjodikoro, Tohpati serta beberapa artis dan komunitas jazz dari berbagai kota di Indonesia.

Total ada 47 penampil yang terdiri atas 41 penyanyi dan grup musik. Sedangkan 6 lainnya kelompok kesenian tradisional.