Baca: 5 Foto Gambarkan Keharmonisan Sri Sultan HB X & GKR Hemas, Bikin Baper

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melakukan klarifikasi terkait pembangunan jalan tol di DIY.

Selama ini, pernyataan yang terlontar dari raja Jogja tersebut dianggap sebagai penolakan, ia mengkhawatirkan adanya jalan tol mengganggu perekonomian masyarakat.

“Sebetulnya, tol kemarin itu bukan saya anti tol, nggak,” ucapnya yang dilansir laman Tribunnews.

Sultan pun memberikan penjelasan, saat PT Waskita Karya Tbk mempresentasikan rencana pembangunan tol, mereka menginginkan perluasan jalan dari Cilacap ke Kulonprogo itu dibangun tol ke Godean.

Kemudian dari Godean akan dibangun jembatan separuh semanggi menuju ke timur yang nantinya bertemu ringroad.

“Ringroad kalau jadi di atasnya ada jalan. Kalau di atas jalan ringroad ini ada jalan lagi, perkara ditol, ora popo. Wong ora ono sing dodolan (nggak ada yang jualan) kok,” ujarnya.

Ia menambahkan, keinginan Waskita membangun tol dari Kulonprogo yang nantinya menyambung ke ringroad tersebut melalui permukiman padat penduduk yang geliat ekonominya tengah berkembang.

Hal tersebut menurut Sultan akan mematikan perekonomian yang sedang bertumbuh.

“Nah nek ditol kiri kanan nggak boleh akses, kan mati kabeh. Ning karena iki (tol melalui padat permukiman) ora disebutke, kiro kiro aku anti tol. Bukan itu sebetulnya,” tegasnya.

Baca: 4 Anggapan Yang Selama Ini Salah Kaprah Tentang Putri Keraton Yogyakarta

Sementara itu untuk perlebaran jalan di wilayah DIY seperti di Jalan Prambanan-Solo, Sultan juga berharap perlebaran dilakukan dengan membuat jalan baru di atas jalan lama. Hal ini karena masih banyak batuan candi yang terpendam di wilayah tersebut.

“Lebih baik pemerintah membangun jalan di jalan yang sudah ada,” ujarnya.