Baca Juga: Wejangan dari Sultan HB IX untuk Pemuda Jogja Sebelum Wafat, Pernah Dengar?

Sri Sultan Hamengkubuwono IX lahir di Sompilan Ngasem, Yogyakarta, 12 April 1912 dan meninggal di Washington DC, Amerika Serikat, 2 Oktober 1988 pada usia 76 tahun.

Memiliki nama asli Dorodjatun, ia adalah seorang raja yang pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur DIY. Pada tahun 1973-1978 ia pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia, lebih dari itu ia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

Tanggal 18 Maret 1940 merupakan hari yang begitu istimewa bagi beliau, kenapa? Iya di tanggal itulah ia resmi dinobatkan sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX.

Sebelum dan sesudah dinobatkan, Sultan mengalami pergolakan batin yang cukup hebat. Sebelum dinobatkan sebagai Sultan HB IX, Dorodjatun merasa berat menerima persyaratan dari Belanda.

Saat itu ada 3 yang disyaratkan oleh Belanda kepadanya bila ingin dinobatkan menjadi putra mahkota yang kemudian Sultan. Meski telah menerima langsung tanda kuasa berbentuk keris dari Sultan HB VIII, Dorodjatun tak dapat begitu saja melanggeng ke kursi raja dengan mudah.

Belanda memberi prasyarat kepada Dorodjatun untuk memenuhi 3 kontrak politik sebelum ia dinobatkan sebgaia Sultan. Tiga prasyarat yang perlu dipenuhi, yaitu tentang pengangkatan patih Sultan, perubahan nama prajurit Kraton jadi legiun, & pembentukkan Dewan Penasihat Raja.

Dengan tegas Sultan HB IX tmenolak. Penolakkan itu dilakukan selama berbulan-bulan dan mengakibatkan kekosongan pemimpin Kraton. Namun, di suatu malam ketika Sultan masih memikirkan tawaran itu, ia mendegar ada sebuah pesan yang membisikinya.

“Le, Thole, tandatanganilah karena Belanda akan segera pergi,”

Tanpa pikir panjang, Sultan mengikuti anjuran bisikan itu. Lalu ia mendatangi pihak Belanda serta mendatangani kontrak politik. Entah kebetulan atau bukan, bisikan itu jadi fakta. Akhirnya Belanda keluar dari Indonesia setelah pergi diusir Jepang.

Di sisi lain ada cerita menarik sewaktu Dorodjatun dinobatkan sebagai Sultan HB IX dengan kawalan tentara Kolonial, di mana ia mengeluarkan pernyataan yang begitu populer hingga kini.

“Al heb ik een uitgespriken Westerse opvoeding gehad, toch ben een blijf ik in de allereeste plaats Javaav yang mempunyai arti & maksud Walau telah mengenyam pendidikan ilmu barat, bagaimanapun jua saya adalah dan tetap orang Jawa,” tegas Sultan.

Baca Juga: Asal Mula Sultan Hamengkubuwono IX Mendapat Sebutan Henkie, Unik!

Incoming search terms: