golongan bangsawan
via instagram.com/kratonjogja_

Golongan bangsawan di Jogja, terutama keturunan kerabat Kraton, mengalami masa keemasan ketika berkuasanya Hindia Belanda. Mereka memperoleh posisi sosial yang spesial di masyarakat serta senantiasa hidup enak. Kereta beroda emas jadi transportasinya agar wibawa mereka tetap terjaga di mata masyarakat.

Mereka jadi penghubung Kraton dengan rakyat dan dengan penguasa lainnya yaitu pemerintah Belanda. Tetapi sejak mulai kehadiran Jepang ke Jogja, ditambah kebijakan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX yang memperbolehkan Kraton untuk umum perlahan-lahan membuat golongan bangsawan kehilangan peranannya. Wibawa mereka turun, kalah dengan golongan intelektual serta pegawai negeri yang mulai naik daun di mata masyarakat.

Inflasi yang menimpa Indonesia waktu jaman pendudukan Jepang jadi titik mula kemerosotan golongan bangsawan. Dikisahkan Selo Soemardjan dalam Perubahan Sosial di Yogyakarta, inflasi yang diiringi kemerosotan produksi makanan serta komoditi membuat bangsawan menjual barang-barangnya untuk membayar hutang pada pedagang Tiongkok serta untuk memenuhi kebutuhannya. Di segi lain, pendapatan golongan bangsawan dari tunjangan yang diberikan Kraton juga alami penurunan.

Pasca kemerdekaan, posisi golongan bangsawan semakin mengalami kemunduran dan kalah pamor dengan PNS. Ekonomi tambah berat bagi mereka karena golongan bangsawan yang diangkat menjadi PNS juga tak lagi bisa hidup mewah seperti sebelumnya. Bahkan rumah-rumah besar golongan bangsawan di Jogja akhirnya disewakan untuk kantor atau sekolah agar mendapatkan penghasilan tambahan.

Maurice Halbwach, seorang sosiolog berpendapat bahwa manusia miliki rangkaian memori kolektif yang sulit untuk dilepaskan dan senantiasa miliki ruangan untuk menghidupkannya kembali. Memori kolektif itu ada pada golongan bangsawan yang posisinya tak lagi seperti saat pemerintahan Belanda. Untuk kembali mengenang masa lampau dan menolong anggota keluarga yang kesulitan, maka berdirilah perkumpulan-perkumpulan golongan bangsawan di Jogja.

Lanjutkan Membaca >